Agama Islam mewajibkan semua umatnya untuk menjaga tali persaudaraan, atau yang biasa disebut ukhuwah Islamiyah. Perintah ini telah tertulis dalam Alquran, di antaranya dalam surat Ali Imran ayat 103 dan surat Al-Hujurat ayat 10. Tak hanya itu, ukhuwah juga sering diserukan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya.

Ternyata, Allah SWT tidak hanya mengajarkan satu jenis ukhuwah saja dalam Islam. Ada empat macam-macam ukhuwah yang tertulis dalam Alquran, yaitu:

1. Ukhuwah fi al-Ubudiyyah

Ukhuwah fi al-Ubudiyyah mengandung arti bahwa semua manusia itu memiliki persamaan dan tunduk kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Oleh karena itu, mereka semua disebut sebagai saudara.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Alquran surat Al-An’am ayat 3 yang artinya: “Dan Dialah Allah (yang disembah) baik di langit maupun di bumi. Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan.

Ukhuwah fi al-Ubudiyyah juga dijelaskan dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 28 mengenai persamaan makhluk ciptaan Allah, yang artinya: “Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.”

2. Ukhuwah fi al-Insaniyah

Macam-macam ukhuwah yang kedua adalah fi al-Insaniyah, yang berarti bahwa umat manusia seluruhnya merupakan saudara, karena mereka berasal dari ibu dan ayah yang satu. Ini berarti manusia adalah saudara tanpa terkecuali, tanpa memandang perbedaan suku, adat, latar belakang, bahkan agama.

Sebagaimana firman Allah dalam Alquran surat Al-Hujurat ayat 12, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa. Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sudahkah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.”

Penjelasan ukhuwah ini diperkuat oleh sabda Rasulullah SAW: “Jadilah kamu hamba-hamba Allah yang bersaudara, karena semua hamba itu semuanya bersaudara.”

3.  Ukhuwah fi al-Wathaniyah Wa al-Nasab

Ketiga, ada ukhuwah fi al-Wathaniyah Wa al-Nasab. Wathaniah diambil dari kata al-Wathan yang berarti kampung halaman. Secara harfiah, ukhuwah Wathaniah berarti persaudaraan yang terjadi pada manusia yang berada dalam satu bangsa atau tanah air.

Ada beberapa potongan ayat Alquran yang menerangkan ukhuwah ini, seperti yang tertulis pada surat Al-A’raf ayat 65 dan Hud ayat 50 yang artinya: “Dan kepada kaum ‘Aad (Kami utus) saudara mereka…”

Potongan ayat lainnya ada pada surat Hud ayat 61 dan Al-A’raf ayat 73, yang artinya: “Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh…” Dan potongan ayat terakhir yang tertulis dalam surat Al-A’raf ayat 85 dan Hud ayat 84, yang artinya: “Dan kepada penduduk Mad-yan (Kami utus) saudara mereka Syu’aib…”

4. Ukhuwah fi din al-Islam

Macam-macam ukhuwah yang terakhir adalah fi din al-Islam. Macam ukhuwah ini memiliki ruang lingkup yang amat terbatas, yaitu hanya untuk sesama muslim. Meskipun demikian, umat muslim tersebar di seluruh penjuru dunia, sehingga ruang lingkup ukhuwah ini menjadi lebih luas jika kita sedang melakukan perjalanan.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Alquran surat Al-Ahzab ayat 5, yang artinya: “Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, (maka panggillah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu. Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Pererat ukhuwah islamiyah sesama Islam dengan mengunjungi Baitullah bersama Menara Wisata dengan paket-paket pilihan Haji & Umroh. Lihat promo serta paket unggulan kami disini.

Bagikan :

Berita terkait :