Secara garis besar, ibadah merupakan sebuah hubungan yang dilakukan oleh seorang hamba pada pencipta-Nya, sebagai bentuk ketaatan. Namun, pengertian ibadah juga memiliki definisi lain, yaitu merendahkan diri disertai dengan rasa kecintaan paling tinggi kepada sang maha khalik, yaitu Allah Swt.

Beribadah mencakup seluruh aktivitas yang disukai dan diridai oleh Allah SWT, baik berupa perkataan ataupun perbuatan.

Dilihat dari bentuknya, ibadah bisa dikelompokkan menjadi 3 bagian, yaitu ibadah hati, lisan, dan anggota badan, sehingga manusia yang memiliki kekurangan fisik pun masih bisa beribadah kepada-Nya.

Manusia Diciptakan Untuk Beribadah

Tujuan diciptakannya manusia tidak lain semata-mata untuk beribadah kepada Allah Swt. Allah Swt. tidak membutuhkan ibadah umatnya, melainkan merekalah yang membutuhkan ibadah dalam hidupnya.

Sesungguhnya, ibadah memiliki tiga pilar pokok sebagai landasan, yaitu cinta, takut, dan harapan. Rasa cinta dalam beribadah harus disertai dengan rasa rendah hati. Sedangkan rasa takut harus dibarengi dengan harapan.

 

Adapun syarat diterimanya suatu ibadah adalah ikhlas karena Allah Swt. semata, terbebas dari syirik besar dan kecil, serta ittiba atau sesuai dengan tuntutan Rasulullah.

  1. Syarat pertama merupakan konsekuensi dari syahadat “laa ilaaha illallaah”. Ibadah mengharuskan setiap pelakunya untuk melakukan dengan ikhlas hanya kepada Allah dan jauh dari syirik kepada-Nya.
  2. Syarat kedua adalah konsekuensi dari syahadat “Muhammad Rasulullah”, karena ia menuntut wajibnya taat kepada Rasul.

Keutamaan Ibadah

Ibadah merupakan tujuan akhir yang dicintai dan diridai Allah SWT. Ibadah tidak disyariatkan untuk mempersempit atau mempersulit manusia. Tidak pula untuk menjatuhkan mereka di dalam kesulitan. Pelaksanaan ibadah dalam islam sebenarnya mudah.
 

Manusia membutuhkan ibadah melebihi segala-galanya. Dan Allah telah menjanjikan surga bagi umatnya dengan syarat manusia harus mau beribadah kepada-Nya. Namun banyak dari mereka yang lalai dan terlena dengan kesibukan dunia.

Ibadah telah menjadi kebutuhan pokok bagi manusia, seperti layaknya makan dan minum. Dengan ibadah, hati dan roh akan terisi kebutuhannya. Dengan ibadah, hati akan tenteram dan mendapat kebahagiaan. Namun demikian, keutamaan ibadah yang paling besar adalah untuk mendapat rida Allah, meraih surga, dan terbebas dari api neraka.
 

Dalam ibadah, ada 2 golongan yang bertentangan dengan pelaksanaan ibadah yang diperintahkan oleh Allah SWT. Dua golongan tersebut ialah:

1. Golongan mereka yang mengurangi ibadah dan meremehkan pelaksanaannya.

Mereka meniadakan berbagai macam ibadah dan hanya melaksanakan ibadah-ibadah yang terbatas pada syiar tertentu yang hanya diadakan di masjid-masjid saja. Menurut mereka, tidak ada ibadah di rumah, di kantor, di bidang sosial, dan di tempat lainnya. api neraka memang menjadi rumah Allah sebagai rumah ibadah, tetapi tidak boleh mengkhususkan suatu ibadah. Karena ibadah bisa dilakukan dimana saja.

2. Mereka yang bersikap berlebih-lebihan dalam ibadah

Allah tidak menyukai mereka yang melakukan sikap berlebih-lebihan sampai batas 
ekstrem. Mereka mengubah pendapat bahwa ibadah yang sunah dijadikan menjadi 
ibadah wajib dan ibadah yang mubah mereka anggap sebagai haram. Mereka membuat pemahaman-pemahaman sendiri yang jelas melanggar aturan. Allah tidak menyukai golongan tersebut, karena Islam tidak akan pernah menyulitkan umatnya.

Untuk bisa ikhlas menjalankan ibadah kepada Allah, Anda harus memahami terlebih dahulu apa pengertian ibadah. Dengan memahaminya secara mendalam, kelapangan akan menyertai setiap ibadah yang dilakukan. Semoga Allah meridai setiap ibadah, dan Anda bisa semakin mendekatkan diri kepada-Nya. InsyaAllah.

Bagikan :

Berita terkait :