RANGKAIAN, TATA CARA UMROH, BESERTA BACAANNYA

Rasulullah SAW bersabda: “Jihadnya orang yang sudah tua, anak-anak, orang yang lemah dan wanita, adalah haji dan umroh.“ (HR An-Nasa’i)

Apa yang pertama kali terlintas dalam benak Anda ketika mendengar kata umroh? Ibadah dan perjalanan spiritual yang dilaksanakan langsung di Tanah Haram? Haji kecil? Ya, kedua definisi tersebut memang betul adanya. Umroh merupakan ibadah spiritual yang hanya bisa dilaksanakan di Tanah Suci. Tidak hanya itu, umroh juga sering disebut dengan haji kecil karena hampir semua rangkaian kegiatan dalam umroh mirip dengan yang dilaksanakan pada ibadah haji.

Lalu, apa saja sih rangkaian ibadah umroh, tata cara, serta bacaannya? Simak sampai selesai ya.

 

Mandi dan Mengenakan Kain Ihram

Sebelum melakukan serangkaian kegiatan umroh, jemaah dianjurkan utuk mempersiapkan diri dengan mandi (sebagaimana orang mandi junub), memakai pakaian terbaik (kain ihram), dan mengenakan wewangian.

Kain ihram bagi jemaah laki-laki berupa dua lembar kain yang berfungsi sebagai sarung dan penutup pundak. Sementara itu, kain ihram bagi wanita wajib menutup seluruh bagian tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Sebagai catatan, wanita tidak diperbolehkan memakai niqab atau cadar dan sarung tangan ketika sedang berumroh.

Membaca Niat

Ketika sudah sampai di miqat (batas daerah Tanah Suci), jemaah wajib membaca niat umroh dengan bacaan; labbaik ‘umroh (aku memenuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah umrah) dan dianjurkan menjalankan salat sunah 2 rakaat.

Memperbanyak Bacaan Talbiyah

Usai mengucapkan niat seperti pada poin kedua sebelum ini, jemaah dianjurkan membekali diri dengan banyak-banyak mengucapkan kalimat talbiyah lain yang berbunyi:

Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syariika laka labbaik. Innalhamda wan ni’mata, laka wal mulk, laa syariika lak.” (Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah, aku menjawab panggilan-Mu, aku menjawab panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu,  aku menjawab panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu).

Saat melafalkan bacaan ini yang artinya hendak menuju Kota Makkah, laki-laki dianjurkan untuk mengeraskan bacaannya, sedangkan perempuan lebih baik membacanya dalam nada yang lirih.

Mandi

Sebelum memasuki Kota Suci Makkah, jemaah dianjurkan untuk mandi jika kondisi memungkinkan.

Memasuki Masjidil Haram

Setibanya di Makkah, jemaah akan sampai di Masjidil Haram. Masuklah dengan mendahulukan kaki kanan daripada kaki kiri seraya mengucapkan doa masuk masjid yang berbunyi: “Allahummaf-tahlii abwaaba rohmatik” (Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu).

Tawaf

Tawaf atau berputar mengelilingi Ka’bah dilakukan sebanyak 7 kali, dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir juga di Hajar Aswad, dengan diselingi lari-lari kecil pada 3 putaran pertama. Karena pada saat tawaf tidak ada bacaan atau zikir khusus, kita bisa mengisinya dengan doa atau bacaan ayat apa pun yang kita sukai.

Menuju Hajar Aswad

Ketika berada tepat di depan Hajar Aswad, banyak-banyaklah membaca “Allahu akbar” atau “Bismillah Allahu akbar” sembari mengusapnya dengan tangan kanan. Jika keadaan memungkinkan, Anda juga bisa menciumnya. Hal ini bisa dilakukan pada setiap putaran tawaf.

Salat Sunah 2 Rakaat

Selanjutnya, jemaah dianjurkan menjalani salat sunah 2 rakaat di belakang Maqam Ibrahim (jika tidak memungkinkan, boleh diganti di tempat lainnya di area Masjidil Haram dengan membaca surah Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Al-Ikhlas pada rakaat kedua).

Sai

Seperti halnya tawaf, tidak ada bacaan khusus yang dilafalkan ketika sai. Karenanya, kita boleh mengucapkan zikir atau doa apa saja yang kita suka.

 

Tahallul atau mencukur sebagian/seluruh rambut kepala

Nah, demikianlah rangkaian ibadah umroh beserta bacaannya. Semoga kita semua diberi kemudahan dalam melaksanakan ibadah spiritual ini. Amin.

 

Bagikan :

Berita terkait :