081286968485

Baznas DKI Perluas Manfaat Zakat, Sebanyak 3.440 Anak Yatim Menerima Bantuan.Oleh : AHMAD NURUL IKHWAN (Pengasuh Rubrik Catatan Qolbu)

$rows[judul] Keterangan Gambar : foto istimewa

MW News - Pemprov DKI Jakarta kerja bareng Baznas (Bazis) DKI Jakarta untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan anak yatim melalui program Santunan Muharram 1448 H. Sebanyak 3.440 anak yatim di seluruh wilayah DKI Jakarta menerima santunan dengan total nilai mencapai Rp3,44 miliar.

Program Santunan Muharram dan Belanja Bersama Anak Yatim; Muliakan Yatim Bersama Gubernur DKI Jakarta yang digelar di Gajah Mada Plaza, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2026), dan dihadiri langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung beserta jajaran Pemprov DKI Jakarta. 

Selain penyaluran santunan secara serentak di lima wilayah Kota Administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu, kegiatan puncak menghadirkan 150 anak yatim berusia 7โ€“12 tahun untuk mengikuti program belanja bersama sebagai bagian dari upaya memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus memenuhi kebutuhan mereka. Setiap anak memperoleh paket bantuan senilai Rp1 juta yang terdiri atas paket pemenuhan gizi senilai Rp500 ribu, voucher belanja Hypermart Rp250 ribu, uang tunai Rp250 ribu, serta perlengkapan sekolah berupa tas dan alat tulis. 

Adapun rincian penyaluran santunan tersebar di Jakarta Selatan sebanyak 1.200 anak (total Rp1,2 miliar), Jakarta Timur 600 anak (Rp600 juta), Jakarta Utara 550 anak (Rp550 juta), Jakarta Barat 450 anak (Rp450 juta), Jakarta Pusat 400 anak (Rp400 juta), dan Kepulauan Seribu 240 anak (Rp240 juta). 

Dalam sambutannya, Gubernur Pramono Anung mengapresiasi konsistensi Baznas (Bazis) DKI Jakarta yang terus menghadirkan program-program sosial yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. "Kegiatan seperti ini sederhana, tetapi manfaatnya besar dan langsung dirasakan anak-anak yatim. Insya Allah, kegiatan baik seperti ini akan terus kita adakan setiap tahun," ujar Pramono. 

Menurutnya, Baznas (Bazis) DKI Jakarta jadi mitra strategis Pemprov DKI Jakarta dalam mendukung berbagai program sosial. Salah satunya adalah Program Pemutihan Ijazah bagi peserta didik dari keluarga prasejahtera. Pramono mengungkapkan, sepanjang 2025 program ini membantu 6.050 peserta didik dengan total bantuan Rp14,9 miliar. Pada 2026, Pemprov DKI Jakarta kembali menargetkan pemutihan 6.000 ijazah agar semakin banyak anak dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala persoalan administrasi. Ia juga menilai kolaborasi Baznas (Bazis) DKI Jakarta dalam berbagai program seperti Tebus Ijazah hingga Bedah Rumah Dhuafa menunjukkan peran penting lembaga tersebut dalam menjangkau berbagai kebutuhan masyarakat. 

Sementara itu, Ketua Baznas (Bazis) DKI Jakarta Akhmad H Abubakar mengatakan kegiatan yang digelar di Gajah Mada Plaza merupakan simbol penyaluran santunan yang dilakukan serentak di seluruh wilayah Jakarta. "Setiap keranjang belanja yang terisi bukan sekadar barang kebutuhan, melainkan simbol harapan, kemandirian, dan bukti kasih sayang kita untuk anak yatim DKI Jakarta," ujarnya. 

Ia menambahkan keberhasilan program-program sosial Baznas (Bazis) DKI Jakarta juga didukung tata kelola lembaga yang akuntabel. Itu tercermin dari Laporan Keuangan Tahun 2025 yang kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari auditor independen.

Menurut Akhmad, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah dilakukan profesional dan transparan sehingga kepercayaan para muzaki dapat terus terjaga. Melalui momentum Muharram ini, Baznas (Bazis) DKI Jakarta berharap kolaborasi bersama Pemprov DKI Jakarta dan para muzaki dapat terus diperkuat agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat program-program pemberdayaan dan perlindungan sosial di masa mendatang.   

Sebaik-baik manusia adalah yang dapat meberikan manfaat bagi orang lain. 

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)

Instagram Feeds