081286968485

Belajar Bola dari Luis de la Fuente Castillo dan Lamine Yamal Spanyol Sang Juara Piala Dunia 2026.Oleh : AHMAD NURUL IKHWAN (Pengasuh Rubrik Catatan Qolbu)

$rows[judul] Keterangan Gambar : piala dunia sepak bola 2026

The Pok – Sorotan mata pecinta sepak bola piala dunia 2026 terpantau serius mengawasi gerak-gerik para pemain bintang dunia. Selama sebulan (20 Juni – 20 Juli) dalam kompetisi yang diikuti oleh 48 negara. 

Dalam tulisan kali ini, tidak menjelaskan sedari awal pertandingan. Tetapi, sekadar menyimpulkan saat akhir pertandingan tentang perubahan yang mendasar dari tim sang juara, Spanyol. Dahulu penguasaan bola hanya dianggap sebagai keindahan dalam permainan, namun kini berubah menjadi mesin kemenangan. Disitulah pentingnya taktik dan terbangunnya sebuah sistem. 

Luis de la Fuente Castillo (lahir 21 Juni 1961) adalah seorang pelatih dan mantan pemain sepak bola asal Spanyol yang kini menjabat sebagai pelatih tim nasional Spanyol. Dianggap sebagai pelatih terbaik di dunia, bersama timnas senior Spanyol ia berhasil memulangkan trofi piala Eropa pada tahun 2024, menjadi finalis Liga Negara 2025, dan berhasil juara Piala Dunia FIFA 2026. Sebelum menjadi pelatih, dia bermain sebagai bek kiri untuk tim seperti Athletic Bilbao dan Sevilla. 

Luis tidak datang sebagai penyihir yang mengubah wajah Spanyol dalam semalam. Dia justru merupakan produk dari sistem itu sendiri. Sejak 2013 dia menangani tim kelompok umur Spanyol, membawa U-19 menjuarai Euro 2015, kemudian mengantar U-21 menjadi juara Eropa sebelum dipercaya menangani tim senior. 

Dalam praktik misalnya, De la Fuente menuntut Rodri berani mengambil risiko umpan vertikal dan membawa bola melewati lini pertahanan lawan, bukan cuma jadi ban serep di depan bek tengah. Perubahan lain yang sering luput dibicarakan adalah orientasi permainan. Jika era sebelumnya begitu terobsesi pada jumlah operan, maka Spanyol kali ini lebih terobsesi menguasai ruang. Emma Hayes dalam artikelnya di The Guardian menggambarkan mereka sebagai "masters of time and space" atau penguasa waktu dan ruang. 

Spanyol mengunci gelar Piala Dunia 2026 setelah menekuk Argentina 1-0 di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat. Final digelar Minggu, 19 Juli 2026, waktu setempat, atau Senin dini hari, 20 Juli 2026, pukul 02.00 WIB. 

Trofi ini menjadi gelar dunia kedua bagi La Roja setelah sebelumnya juara pada 2010. Kemenangan tersebut juga mengantarkan Spanyol mencatat sejarah baru di turnamen edisi 2026. Selain angkat trofi, Spanyol menjadi negara pertama yang menerima cincin juara resmi FIFA, tradisi anyar yang diperkenalkan pada Piala Dunia kali ini. Laga puncak antara Spanyol dan Argentina berlangsung ketat dan baru pecah kebuntuan di babak perpanjangan waktu. Gol penentu kemenangan dicetak Ferran Torres pada menit ke-106. 

Piala Dunia FIFA 2026 menjadi edisi pertama yang menghadirkan cincin juara sebagai hadiah tambahan bagi tim pemenang. Konsep ini terinspirasi tradisi olahraga profesional di Amerika Serikat, seperti NBA, NFL, dan MLB, di mana setiap pemain tim juara menerima cincin sebagai simbol keberhasilan. 

Inisiatif tersebut juga menjadi bentuk penghormatan terhadap warisan olahraga lokal dari negara-negara tuan rumah Piala Dunia 2026: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. FIFA menyiapkan total 2.026 cincin pada edisi ini, angka yang merujuk langsung pada tahun penyelenggaraan. 

Dari total tersebut, 30 cincin dialokasikan untuk tim juara dunia, mencakup pemain dan staf. Sisa 1.996 cincin lainnya akan dipasarkan kepada publik melalui FIFA Store sebagai produk berlisensi resmi. 

Cincin juara dibuat dari emas 18 karat, dihiasi 89 berlian dan 36 safir. Pada salah satu sisi cincin terpampang gambar trofi Piala Dunia, sementara sisi lainnya menampilkan logo atau identitas negara juara. Setiap cincin memiliki nomor seri individual, dibuat sesuai pesanan (custom-fitted), dan disertai sertifikat keaslian. Nilai estimasi cincin untuk para pemain berkisar antara $20.000 hingga $150.000, tergantung bahan dan kualitas permata yang digunakan. 

Kesan terbaik dari sang bintang Lamine Yamal tidak sekadar menjadi pahlawan Spanyol usai menjuarai Piala Dunia 2026. Gesturnya yang berdo’a penuh syukur dan memeluk Lionel Messi setelah laga final menghadirkan momen emosional yang menyentuh jutaan pencinta sepak bola di seluruh dunia. Begitu juga saat Cristiano Ronaldo berdiri dengan air mata di lapangan pada (7/7), kalah tipis 1-0 dari Spanyol, Lamine Yamal Bintang muda Spanyol pun mendekati dan memeluknya. 

Pada perayaan gelar juara Piala Dunia 2026 oleh Timnas Spanyol berlanjut ke Panggung Megah Istana Zarzuela, Madrid, Senin (20/7/2026). Di tengah suasana protokoler kediaman resmi Keluarga Kerajaan Spanyol tersebut, sebuah gestur tak biasa justru mencuri perhatian publik dunia. Penyerang muda La Furia Roja, Lamine Yamal, menjadi satu-satunya penggawa yang mendapat sambutan istimewa berupa pelukan hangat langsung dari Raja Felipe VI. 

Selamat dan sukses buat Tim Nas Spanyol atas Juara Dunia Sepak Bola 2026.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)

Instagram Feeds