Keterangan Gambar : umrah arbain
Depok – Umrah arbain merupakan program fenomenal yang sangat diminati kaum Muslim Indonesia. Artinya dengan umrah arbain dapat melaksanakan shalat wajib berjamaah di Masjid Nabawi Al Munawwaroh selama 8 (delapan hari) atau 40 (empat puluh) waktu. Dalam riwayat lain dijelaskan 40 hari.
Syaikh Abdul Aziz Bin Baz, nama lengkapnya Syaikh al-‘Allamah (orang yang banyak ilmunya) al-Faqih Abdul Aziz bin Abdillah bin Abdirrahman bin Muhammad bin Abdillah Ra, beliau adalah keturunan keluarga Baz. Merupakan Mufti utama Arab Saudi di masa silam, menjelaskan; “Adapun yang banyak beredar di tengah masyarakat bahwa orang yang berziarah (ke Madinah) dan menetap di sana selama 8 hari agar dapat melakukan shalat arbain (40 waktu). Meskipun ada sejumlah hadits yang diriwayatkan, bahwa siapa yang shalat empat puluh waktu, akan dicatat baginya kebebasan dari neraka dan kebebasan dari nifaq, hanya saja haditsnya dhaif menurut para ulama peneliti hadits. Tidak dapat dijadikan hujjah dan landasan. Berziarah ke Masjid Nabawi tidak ada batasannya, apakah berziarah sejam atau dua jam, sehari atau dua hari atau lebih dari itu, tidaklah mengapa”. (Fatawa Ibnu Baz, 17/406).
Hadits arbain yang boleh dan ada dasarnya.
Terdapat hadits lain mengenai Shalat Arbain yang Shahih, akan tetapi berbeda dengan sebelumnya. Hadits tersebut Dari Anas bin Malik Ra, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Barang siapa yang shalat karena Allah empat puluh hari secara berjamaah tanpa ketinggalan takbir yang pertama, dicatatkan baginya dua kebebasan; kebebasan dari neraka dan kebebasan dari kemunafikan. (HR Ar-Tirmidzi no. 241, dihukumi hasan oleh Al-Albani dalam Targhib wat Tarhib 1/98 no. 409 dan Al-‘Iraqi mengatakan: para rawinya tsiqah Shahih).
Perbedaan dengan sebelumnya adalah dilakukan selama 40 hari (bukan delapan hari) dan tidak mesti harus di Masjid Nabawi, bisa di masjid mana saja. Insya Allah orang yang rutin shalat berjamaah di masjid tepat waktu akan mudah mendapatkan keutamaan ini. Semoga kita dimudahkan oleh Allah Swt dapat melaksanakannya.
Meraih Berkah di Setiap Langkah | Pasti Murah Insya Allah Berkah
Beberapa catatan mengenai shalat arbain
Shalat Arbain juga memberikan beberapa konsekuensi karena harus berturut-turut dan tidak boleh tertinggal takbiratur ihram bersama imam.
Terkadang kita ketiduran, kurang fit atau terlalu capek akhirnya kita agak terlambat, kemudian pasti akan terburu-buru bahkan berlari kencang untuk mengejar takbiratur ihram bersama imam. Padahal tubuh sedang tidak fit atau sedang sakit. Ini juga menyalahi sunnah agar datang ke masjid dengan tenang dan tidak tergesa-gesa, adapun yang tertinggal bisa di sempurnakan setelahnya.
Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Jika kalian mendengar iqamat, berjalanlah untuk shalat dengan tenang dan wibawa, jangan terburu-buru, shalatlah bersama imam sedapatnya, dan sempurnakan sendiri bagian yang tertinggal. (HR. al-Bukhari no.636 dan Muslim no. 154, dan ini adalah lafazh al-Bukhari).
Ketika tertinggal takbiratul ihram Shalat Arba’in atau ketiduran maka jamaah akan merasa sangat sedih. Padahal mayoritas jamaah haji dan umrah umumnya pernah tertinggal takbiratur ihram, baik karena sakit, kecapean, ketiduran atau mengurus keluarga yang sakit. Mereka sangat sedih tidak mendapatkan keutamaan Shalat Arba’in. Akibatnya mereka murung, tidak semangat dan bisa jatuh sakit karena memang tujuan utama mereka di Madinah adalah Shalat Arbain.
Beberapa jamaah yang tidak diprogram tinggal di Madinah selama 8 hari, memaksakan diri dan terkadang bekal tidak cukup, rela ditinggal rombongan karena benar-benar ingin mengejar 40 Shalat Arba’in. Terlalu fokus ibadah di Madinah dan memaksakan diri, padahal lebih diutamakan shalat dan ibadah di Masjdil Haram Makkah karena memang lebih banyak keutamaan dan pahalanya.
Gua Hira, Saksi Setia Sepanjang Masa. | Pasti Murah Insya Allah Berkah
Jamaah haji dan umrah wanita juga terkadang merasa kecewa, ketika sedang semangat Shalat Arbain atau sedang menuju sempurna, tiba-tiba datang haid. Bisa jadi uring-uringan dan tidak semangat lagi. Bagi jamaah wanita lebih baik merenungi hadits Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam agar lebih paham.
Sabda Rasulullah Saw: ”Dari Ummu Humaid -istri Abu Humaid as-Sa’idi-bahwa ia telah datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, sungguh saya senang shalat bersamamu.” Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Aku sudah tahu itu, dan shalatmu di bagian dalam rumahmu lebih baik bagimu dari shalat di kamar depan. Shalatmu di kamar depan lebih baik bagimu dari shalat di kediaman keluarga besarmu. Shalatmu di kediaman keluarga besarmu lebih baik bagimu dari shalat di masjid kaummu, dan shalatmu di masjid kaummu lebih baik dari shalat di masjid Nabawi.” (HR. Ahmad no. 27090, dihasankan oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani)
Demikian semoga bermanfaat.
Tulis Komentar