081286968485

Mendekat lah !Oleh : AHMAD NURUL IKHWAN (Pengasuh Rubrik Catatan Qolbu)

$rows[judul]

Makkah Al-Mukarromah -- Bulan Mulud (biasa orang menyebut) adalah bulan Rabbi’ul Awwal yang merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad Saw. Banyak umat Islam yang memperingati dan merayakan momen ini sebagai acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. Berbagai macam kegiatan yang dilakukan sebagai bentuk mahabbah (kecintaan) kepada baginda Rasulullah Saw, dengan pengajian, bersholawat di rumah, kantor, musholla, masjid bahkan di lapangan luas.

Ada istilah “Tak kenal maka tak sayang”, begitulah pepatah yang sering didengar dalam percakapan sehari-hari. Pepatah tersebut menunjukkan bahwa apabila tidak mengenal seseorang, maka tidak akan memiliki rasa empati kepada orang tersebut sehingga tidak akan timbul rasa cinta dan kasih sayang. Tentu saja semua berharap akan lebih dekat bersamanya saat nanti di yaumil kiamah. Kedekatan ini bukan sekadar jarak fisik, melainkan bentuk kemuliaan dan jaminan syafa’at di tengah kegentingan Padang Mahsyar.

Lantas, amalan apa saja yang dapat mendekatkan diri kepada Rasulullah Saw? Inilah kriterianya:

Pertama, perbanyak membaca sholawat. Amalan paling utama yang mampu mendekatkan jarak antara seorang manusia dengan Rasulullah Saw di akhirat. Rasulullah Saw bersabda:
"Sesungguhnya orang yang paling utama (paling dekat) bersamaku pada hari kiamat Adalah mereka yang paling banyak bershalawat kepadaku." (HR. Tirmidzi no. 484).

Kedua, berakhlak mulia. Bersholawat merupakan hubungan lisan dan hati, maka akhlak adalah bukti nyata dari kecintaan tersebut. Rasulullah Saw adalah pribadi dengan akhlak yang agung, maka bagi mereka yang berusaha mengikuti keluhuran budi pekertinya akan ditempatkan di posisi dekat bersamanya. Rasulullah Saw bersabda: "Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya..." (HR. Tirmidzi no. 2018).

Ketiga, mengasuh anak yatim. Mengasuh atau menyantuni anak yatim bukan sekadar memberi makan, tetapi memberikan perlindungan dan kasih sayang. Sehingga Rasulullah Saw memberikan perumpamaan yang sangat konkret mengenai kedekatan jarak dengan menggunakan dua jari tangan. Rasulullah Saw bersabda: "Aku dan orang yang menanggung (mengasuh) anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini." Beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya serta agak merenggangkan keduanya. (HR. Bukhari no. 5304).

Keempat, orang yang cinta menghidupkan sunnahnya. Tanda cinta sejati kepada Nabi Muhammad Saw diwujudkan dengan mengikuti tuntunan (Sunnah) nya. Ketika ada seorang pria bertanya kepada Nabi Saw tentang hari kiamat, "Kapan hari kiamat datang?" Nabi bertanya, "Apa yang telah engkau siapkan?" Ia menjawab, "Aku tidak menyiapkan banyak shalat atau puasa, tetapi aku mencintai Allah dan Rasul-Nya." Maka Rasulullah Saw bersabda: "Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai." Anas bin Malik (perawi hadits) berkata: "Kami tidak pernah merasa gembira setelah masuk Islam segembira mendengar sabda beliau tersebut". (HR. Bukhari no. 3688 & Muslim no. 2639).

Oleh karena itu, mari hidupkan sunnahnya dan ikuti petunjuknya, dengan cara perbanyak sholawat, perbaiki akhlak (kejujuran, keramahan, dan kesabaran), peduli pada anak yatim dan orang lemah, serta menghidupkan sunnah beliau dalam kehidupan sehari-hari. Allah Swt berfirman : “Siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nabi  Muhammad), mereka itulah orang-orang  yang (akan dikumpulkan) bersama  orang-orang yang dianugerahi nikmat  oleh Allah, (yaitu) para nabi, para  pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shaleh”. (QS. An-Nisa/4 : 69).

Keterangan : 

Dekatkan diri bersama Rasulullah Saw, berkunjung ke rumahnya di Masjid Nabawi Madinah Al-Munawwaroh dengan Menunaikan Ibadah Umroh di bulan Maulid Nabi Muhammad Saw, barokallahu fii kum.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)

Instagram Feeds