Makkah
Al-Mukarromah -- Bulan Mulud (biasa orang menyebut) adalah bulan Rabbi’ul
Awwal yang merupakan bulan kelahiran Nabi
Muhammad Saw.
Banyak umat Islam yang memperingati dan merayakan momen ini sebagai acara
Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. Berbagai macam kegiatan yang dilakukan
sebagai bentuk mahabbah (kecintaan) kepada baginda Rasulullah Saw, dengan pengajian,
bersholawat di rumah, kantor, musholla, masjid bahkan di lapangan luas.
Ada istilah “Tak kenal maka tak sayang”, begitulah pepatah yang sering didengar dalam percakapan sehari-hari. Pepatah tersebut menunjukkan bahwa apabila tidak mengenal seseorang, maka tidak akan memiliki rasa empati kepada orang tersebut sehingga tidak akan timbul rasa cinta dan kasih sayang. Tentu saja semua berharap akan lebih dekat bersamanya saat nanti di yaumil kiamah. Kedekatan ini bukan sekadar jarak fisik, melainkan bentuk kemuliaan dan jaminan syafa’at di tengah kegentingan Padang Mahsyar.
Lantas, amalan apa saja yang dapat mendekatkan diri kepada Rasulullah Saw? Inilah kriterianya:
Pertama, perbanyak membaca sholawat. Amalan paling utama yang mampu
mendekatkan jarak antara seorang manusia dengan Rasulullah Saw di akhirat. Rasulullah
Saw bersabda:
"Sesungguhnya orang yang paling utama (paling dekat) bersamaku pada
hari kiamat Adalah mereka yang paling banyak bershalawat kepadaku." (HR.
Tirmidzi no. 484).
Kedua, berakhlak mulia. Bersholawat merupakan hubungan lisan dan hati,
maka akhlak adalah bukti nyata dari kecintaan tersebut. Rasulullah Saw adalah
pribadi dengan akhlak yang agung, maka bagi mereka yang berusaha mengikuti
keluhuran budi pekertinya akan ditempatkan di posisi dekat bersamanya. Rasulullah
Saw bersabda: "Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kalian dan
yang paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah yang paling
baik akhlaknya..." (HR. Tirmidzi no. 2018).
Ketiga, mengasuh anak yatim. Mengasuh atau menyantuni anak yatim bukan
sekadar memberi makan, tetapi memberikan perlindungan dan kasih sayang.
Sehingga Rasulullah Saw memberikan perumpamaan yang sangat konkret mengenai
kedekatan jarak dengan menggunakan dua jari tangan. Rasulullah Saw bersabda: "Aku
dan orang yang menanggung (mengasuh) anak yatim (kedudukannya) di surga seperti
ini." Beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya
serta agak merenggangkan keduanya. (HR. Bukhari no. 5304).
Keempat, orang yang cinta menghidupkan sunnahnya. Tanda cinta sejati
kepada Nabi Muhammad Saw diwujudkan dengan mengikuti tuntunan (Sunnah) nya. Ketika
ada seorang pria bertanya kepada Nabi Saw tentang hari kiamat, "Kapan hari
kiamat datang?" Nabi bertanya, "Apa yang telah engkau siapkan?"
Ia menjawab, "Aku tidak menyiapkan banyak shalat atau puasa, tetapi aku
mencintai Allah dan Rasul-Nya." Maka Rasulullah Saw bersabda: "Engkau
akan bersama dengan orang yang engkau cintai." Anas bin Malik (perawi
hadits) berkata: "Kami tidak pernah merasa gembira setelah masuk Islam
segembira mendengar sabda beliau tersebut". (HR. Bukhari no. 3688 &
Muslim no. 2639).
Oleh karena itu, mari hidupkan sunnahnya dan ikuti
petunjuknya, dengan cara perbanyak
sholawat, perbaiki akhlak (kejujuran, keramahan, dan kesabaran), peduli pada
anak yatim dan orang lemah, serta menghidupkan sunnah beliau dalam kehidupan
sehari-hari. Allah Swt berfirman : “Siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nabi
Muhammad), mereka itulah orang-orang yang (akan dikumpulkan)
bersama orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, (yaitu)
para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid,
dan orang-orang shaleh”. (QS. An-Nisa/4 : 69).
Keterangan :
Dekatkan diri bersama Rasulullah Saw, berkunjung ke rumahnya di Masjid Nabawi Madinah Al-Munawwaroh dengan Menunaikan Ibadah Umroh di bulan Maulid Nabi Muhammad Saw, barokallahu fii kum.
Tulis Komentar