Keterangan Gambar : jabal omar
Makkah - Di tengah hiruk-pikuk kedatangan jutaan jemaah haji dan umrah setiap tahun, Kerajaan Saudi Arabia (KSA) membangun tempat fasilitas bersejarah yang menyimpan jejak panjang sejarah dua masjid suci umat Islam, yakni Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.
Tempat itu adalah Museum Haramain atau Pameran Arsitektur Dua Masjid Suci yang berada tidak jauh dari pabrik Kiswah Ka'bah. Lokasinya berada di kawasan Umm Al-Joud, di antara Hudaibiyah dan Kota Makkah, atau sekitar 10 kilometer dari Masjidil Haram.
Museum Haramain menawarkan pengalaman bagi pengunjung yang ingin mengenal lebih dekat perjalanan sejarah, perkembangan arsitektur, hingga berbagai artefak berharga yang pernah menjadi bagian dari Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Tidak heran bila museum yang dibangun pada masa pemerintahan Raja Fahd bin Abdul Aziz ini menjadi salah satu pusat dokumentasi sejarah Islam terpenting di Arab Saudi. Kompleks museum terdiri dari dua ruang utama, yakni ruang koleksi Makkah dan Madinah, yang menyimpan beragam benda bersejarah.
Mulai dari model Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, artefak kuno, foto-foto langka kedua masjid suci, pelindung Hajar Aswad, hingga salinan Al-Qur'an Mushaf Utsman bin Affan. Salah satu koleksi yang paling mencuri perhatian pengunjung adalah Kiswah atau kain penutup Ka'bah yang pernah menghiasi bangunan suci tersebut.
Kiswah berwarna hitam yang dibuat dengan sulaman benang emas itu dihiasi ayat-ayat suci Al-Qur'an. Dari dekat, pengunjung dapat melihat detail bordiran yang menunjukkan keindahan seni kaligrafi Islam sekaligus kemuliaan Baitullah. Museum ini juga menyimpan koleksi sajadah yang digunakan imam Masjidil Haram pada shalat-shalat khusus, seperti shalat istisqa atau shalat meminta hujan, shalat gerhana, hingga shalat Id.
Sementara itu, sejarah Masjid Nabawi di Madinah tergambar melalui sejumlah koleksi penting, termasuk pintu masjid yang berasal dari masa pemerintahan Raja Abdulaziz Al-Saud. Pengunjung juga dapat melihat sejumlah artefak yang pernah menjadi bagian dari pembangunan dan pengembangan Masjid Nabawi dari masa ke masa.
Tidak kalah menarik adalah koleksi perlengkapan Sumur Zamzam berupa bagian mulut sumur lengkap dengan cincin pelindung, penutup, dan sistem katrol yang dahulu digunakan untuk menimba air Zamzam. Menurut keterangan pada papan informasi, artefak tersebut berasal dari akhir abad ke-14 Hijriah. Di dalam koleksi yang sama juga terdapat ember tembaga yang digunakan di Sumur Zamzam dan bertarikh 1299 Hijriah atau 1881 Masehi.
Melalui berbagai koleksi
tersebut, Museum Haramain tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda-benda
bersejarah, tetapi juga menjadi jendela yang memperlihatkan perjalanan panjang
peradaban Islam di dua kota suci. Bagi jemaah yang ingin menambah wawasan
sejarah selama berada di Tanah Suci, museum ini bisa menjadi destinasi
alternatif yang menarik untuk dikunjungi.
Museum Haramain buka setiap Sabtu hingga Kamis mulai pukul 08.00 hingga 20.30 Waktu Arab Saudi dan tutup sementara saat waktu shalat.
Menariknya, pengunjung tidak dipungut biaya sepeser pun untuk menikmati seluruh koleksi yang dipamerkan. Dengan kata lain, wisata sejarah Islam ini dapat dinikmati secara gratis oleh siapa saja.
Jemaah Umroh Menara Wisata diajak
mengunjungi eskalator dan hotel yang lagi viral dan musium yang ada di Jabal Omar.
Cukup jalan kaki dan masuk musium juga gratis.
Bisa klik ini :
Tulis Komentar