Depok. Kutatap puas pemandangan pagi, semakin kurasa betapa Allah SWT sungguh
menyayangi kita. Dalam diam renungku kuteringat kini kita tengah menginjak hari
22 Ramadhan. Sepertinya terbayang jelas pelabuhan tujuan, namun
kuterhentak angan, jangan dulu Ramadhan berakhir! sebab apalah arti sampai
tujuan bila tak menyandang gelar pemenang, atau bahkan mungkin malah dihujam
penyesalan.
Tak bosan-bosan kutelusuri hikmah Ramadhan, kini kuterpesona oleh ayat yang
mengatakan, artinya: โ..dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu
mengetahuiโ (Q.S. Al Baqoroh: 185)
Disatu sisi Allah memberikan dispensasi puasa, namun disisi lain Allah SWT
ungkapkan bahwa tetap berpuasa lebih baik jika kita tahu. Tidakkah kita
tangkap hikmahnya?
Apa yang sudah kita dapatkan? Apakah sekedar perpindahan jadwal waktu makan,
dengan penambahan ragam menu yang bermacam-macam? atau hanya sekedar
mengurangi aktifitas dengan alasan haus dan lapar? Atau malah sibuk menghitung
keuntungan, THR, dan perangkat kebutuhan hari lebaran? Atau sibuk menghitung
hari, merencana kegiatan liburan saat mudik ke kampung halaman? Lalu dimana
nilai kebaikannya?
Semestinya telah terbangun semangat baja, telah terhimpun kekuatan ekstra dalam
diri kita. Bangun sebelum shubuh disaat musuh-musuh Allah masih terlelap, tetap
bergelut dalam aktifitas pagi, siang, dan petang meski perut keroncongan
tenggorokan kering kerontang dan lemah tubuh menerjang, lalu terbuai khusyuโ
dalam tarawih malam dzikir dan tadarus Al Quran, bukankah itu semua yang menjadikan
kita pantas menjadi pemenang?
Tapaki lagi langkah penuh makna, tak banyak lagi waktu tersisa, lihatlah para
petarung kebaikan, perindu syurga telah jauh mendahului kita..
Tulis Komentar