Sibadak Balong, Losari – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Masjid Ashabul Qur'an Pondok Pesantren La Raiba menggelar kegiatan bertajuk “Kajian Mas Q Pondok Pesantren La Raiba” pada Sabtu sore, 21 Februari 2026, mulai pukul 16.00 WIB hingga waktu berbuka puasa. Kegiatan ini berlangsung di Sibadak Balong, Desa Losari, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.
Kajian ini menghadirkan pembicara, Ustadz Rahman Dhani, yang menyampaikan materi dengan tema “Ramadhan Bulan Produktif, Bukan Rebahan.” Dalam pemaparannya, beliau mengajak jamaah untuk memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai momentum meningkatkan ibadah, memperbaiki manajemen waktu, serta memperbanyak amal shalih.
Kegiatan ini berada di bawah asuhan Ustadz Muhammad Hamdan Arrozie selaku pengasuh Pondok Pesantren La Raiba. Beliau menyampaikan bahwa tujuan utama dari kajian ini adalah untuk meningkatkan kualitas pemahaman agama Islam serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Antusiasme jamaah terlihat sejak sore hari, dengan kehadiran santri dan masyarakat sekitar yang memadati masjid. Diharapkan, melalui kegiatan Kajian Mas Q ini, semangat menjalani Ramadhan secara produktif dapat terus tumbuh dan menjadi kebiasaan baik yang berkelanjutan.
Setelah menyampaikan kajiannya, Ustadz Rahmad Dhani memberikan kesempatan untuk sharing, diskusi atau tanya jawab bagi jamaah, sehingga banyak jamaah yang bertanya seputar fiqih dan ibadah selama bulan Ramadhan.
Begitu juga terlihat sangat bahagianya anak-anak santri saat waktu berbuka puasa tiba, mereka duduk rapi melingkar dengan jumlah berempat, berlima ada juga yang bertiga dengan 1 sahang (nampan) nasi lengkap dengan lauk dan sayur didepannya. Inilah makan ala santri di Pondok Pesantren, hikmahnya adalah untuk saling merasakan kenikmatan bersama dan menjalin kebersamaan.
Kebahagiaan mereka bukan tanpa dasar, tetapi terdapat dalam sebuah hadist Qudsi bahwa Allah Ta’ala berfirman; “Bagi orang yang melaksanakan puasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya.” (Muttafaq ‘Alaihi).
Kebahagiaan mereka itu karena mengharapkan keutamaan dan rahmat Allah Ta’ala sebagai kebahagiaan yang terpuji, dan diperintahkan. Allah Ta’ala berfirman, “Katakanlah: “Dengan keutamaan Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Keutamaan Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Yunus [10]: 58).
Barokallhu fii kum
Tulis Komentar