081286968485

Majlis Taklim Nurul Bayan Pusat: Kajian Tafsir Al-Maraghi dan Fathul Muin.Oleh : AHMAD NURUL IKHWAN (Pengasuh Rubrik Catatan Qolbu)

$rows[judul] Keterangan Gambar : ngaji NB

Cilandak, Jaksel – Sabtu, 15 Agustus 2026, Majlis Ta’lim Nurul Bayan Pusat mengadakan Kajian Kitab Tafsir Al-Maraghi dan Fathul Mu’in di Sekretariat MTNB Pusat Cilandak, Jakarta Selatan. Penyampai Materi KH. Dr. Marullah Matali, LC, MA selaku penerus dari (Alm) Abuya KH. Raden Zarkasih Amin dan (alm) Abuya KH. Mohammad Amin. 

Dalam kajian membahas surat Al-Fatihah bagian ayat 2, “Alhamdulillahi Robbil ’Allamiin”. [Surah Al-Fatihah (1): Ayat 2 hingga 7].

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (2)  
الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (3)  
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (4)  
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (5)  
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (6)  
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ (7)

Al Idhohu (Penjelasannya).

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Kalimat Hamd secara bahasa adalah pujian atas perbuatan baik yang keluar dari pelakunya dengan kehendaknya, baik perbuatan itu ditujukan kepada yang memuji atau kepada orang lain.

Madh mencakup ini dan lainnya, sehingga dikatakan madh harta, madh kecantikan, madh taman.  

Tsana’ digunakan untuk pujian dan celaan, sehingga dikatakan “Aku memuji kejelekannya” sebagaimana “Aku memuji kebaikannya”.

Syukur adalah pengakuan atas karunia berupa nikmat yang diberikan oleh yang disyukuri, baik dengan hati, lisan, tangan, atau anggota tubuh lainnya. Sebagaimana dikatakan oleh penyair mereka:  “Nikmat yang kalian peroleh dariku ada tiga: tanganku, lisanku, dan hati nuraniku yang tersembunyi.”  

Dia bermaksud bahwa tangan, lisan, dan hatiku adalah milik kalian; tidak ada di hati kecuali nasihat dan cinta kepada kalian, tidak ada di lisan kecuali sanjungan dan pujian kepada kalian, dan tidak ada di tangan serta anggota tubuh lainnya kecuali balasan dan pelayanan kepada kalian.

Dalam Atsar disebutkan: “Hamd adalah kepala syukur. Tidaklah seorang hamba bersyukur kepada Allah Ta’ala jika ia tidak memuji-Nya.”

Hamd dijadikan kepala syukur karena menyebut nikmat dengan lisan dan memuji yang memberikannya akan memasyhurkannya di antara manusia dan menjadikan pemberi nikmat sebagai qudwah yang diteladani. Adapun syukur hati maka ia tersembunyi, sedikit yang mengetahuinya. Demikian pula syukur dengan anggota tubuh tidak tampak bagi kebanyakan manusia.
لِلَّهِ - Dialah yang disembah dengan hak, tidak digunakan untuk selain-Nya, Allah Ta‘ala.

رَبِّ - Tuan yang mendidik, yang mengatur hamba-hamba-Nya dan mengatur urusan mereka.

Tarbiyah Allah Ta’ala kepada manusia ada 2 (dua) macam: 

Pertama, Tarbiyah Khalqiyyah, yaitu dengan menumbuhkan tubuh mereka hingga mencapai usia dewasa serta mengembangkan kekuatan jiwa dan akal mereka. 

Kedua, Tarbiyah Diniyyah Ta‘limiyyah, yaitu dengan wahyu yang diwahyukan kepada sebagian mereka untuk disampaikan kepada manusia agar menyempurnakan akal dan menyucikan jiwa mereka.

Dan tidak ada bagi selain-Nya kewenangan untuk mensyariatkan atau memerintahkan ibadah bagi manusia atau menghalalkan dan mengharamkan sesuatu dari sisi dirinya sendiri tanpa izin dari Allah Ta’ala robbul ‘alamin.

Lafaz Rabb juga digunakan untuk manusia, seperti “rabb rumah” dan “rabb hewan peliharaan”. Allah Ta’ala berfirman menceritakan ucapan Nabi Yusuf ‘alaihis-salam kepada tuannya ‘Aziz Mesir: إِنَّهُ رَبِّي أَحْسَنَ مَثْوَايَ (“Sesungguhnya ia adalah tuanku yang telah memperlakukanku dengan baik.” QS. Yusuf: 23).

Dan Abdul Muththalib Ra berkata pada hari Gajah kepada Abrahah: “Adapun unta, akulah rabb-nya. Adapun Ka‘bah, maka ia memiliki Rabb yang akan menjaganya.”

الْعَالَمِينَ - Tunggalnya adalah ‘alam (dengan fathah lam). Dimaksudkan dengannya segala yang ada (seluruh makhluk). 

Orang Arab biasanya tidak menggunakan lafaz ini kecuali untuk setiap kelompok yang individu-individunya berbeda dengan sifat-sifat yang mendekatinya kepada yang berakal, meskipun bukan dari mereka. Maka dikatakan ‘alam manusia, ‘alam hewan, ‘alam tumbuhan -tetapi tidak dikatakan ‘alam batu atau ‘alam tanah-. Hal-hal inilah yang tampak padanya makna tarbiyah yang diberikan oleh lafaz “Rabb”, karena padanya tampak kehidupan, makan, dan berkembang biak.

Ringkasan; Segala pujian yang indah adalah milik Allah Ta‘ala, karena Dialah sumber segala makhluk. Dialah yang mengatur ‘alamin, mendidik mereka dari awal hingga akhir, dan mengilhamkan kepada mereka apa yang mengandung kebaikan dan keselamatan mereka. Maka bagi-Nya hamd atas apa yang telah Dia berikan dan syukur atas apa yang telah Dia limpahkan. 

Sedikit tambahan pembahasan Kitab Fathul Mu'in tentang pernikahan.

Diceritakan bahwa, Imam Sam'ani menyebutkan tentang pernikahan seorang wanita yang belum baligh, masih ada orangtuanya (ibu-bapak) lengkap. Dan perihal kewajiban shalat. Agama Islam memerintahkan jika seorang anak tidak shalat maka pukullah dia, maka bapaknya yang harus melakukan, jika bapaknya tidak bisa, maka suaminya yang melakukan (jika anak itu sudah menikah).

Dan masalahnya tetap bagi orangtuanya dan suaminya meskipun sudah besar. Dan dengan pendapat ini maka Syaikhuna menyampaikan, jika isteri itu dipukul suami malah menjadi marah (ngambek), maka ayahnya yang melakukannya. Dan Imam Az Zarkasih berpendapat hanya sunnah, dilakukan memukulnya. 

Yang pertama bagi orangtua wajib mengajarkan kepada anaknya, kemudian suaminya. Bahwa kita punya Nabi yang lahir di Kota Makah dan dimakamkan di Madinah. 

Wallahua’lam bishshowab.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)

Instagram Feeds