Keterangan Gambar : kebun kurma madinah
Madinah - Kota Madinah tidak hanya dikenal sebagai kota suci yang menjadi destinasi umat Islam untuk berumrah dan berhaji, namun juga terkenal dengan pesona hamparan kebun kurmanya yang subur dan penuh keberkahan. Kebun kurma menjadi bagian yang penting bagi masyarakat Madinah sejak ratusan tahun yang lalu, bahkan keberadaan pohon kurma sudah ada sebelum kedatangan Rasulullah Saw ke kota tersebut.
Mengapa Kurma menjadi hasil
pertanian utama di Kota Madinah?
Hal ini tentu bukan tanpa alasan, karena di kota ini memiliki kondisi tanah dan iklim yang sangat mendukung tumbuhnya pepohonan kurma. Menurut data Otoritas Statistik Arab Saudi tahun 2020, Madinah memiliki lebih dari 4 juta pohon kurma yang mampu menghasilkan sekitar 189 ribu ton kurma setiap tahunnya. Jenis kurmanya pun beragam, mulai dari Ajwa, Anbar, Shafawi, hingga Mabrum.
Dari sekian banyak jenis kurma di dunia, kurma Ajwa menjadi kurma yang paling terkenal. Kurma Ajwa mendapat julukan โkurma Nabiโ karena memiliki keistimewaan tersendiri dalam hadits Rasulullah Saw. Karena keistimewaannya inilah, tidak jarang jamaah haji dan umrah yang selalu mencari Kurma Ajwa ketika berkunjung ke Kota Madinah.
Salah satu kebun kurma terkenal di Madinah adalah Castle Farms. Perkebunan ini dikenal sebagai salah satu kebun kurma Ajwa organik terbesar di Madinah. Luas lahannya mencapai sekitar 200 hektare dengan puluhan ribu pohon kurma yang dirawat secara alami tanpa bahan kimia. Pengairannya dilakukan pada malam hari agar pohon tetap subur meskipun berada di tengah wilayah gurun.
Kebun kurma yang ada di Madinah, selain menjadi tempat produksi kurma juga menjadi salah satu destinasi wisata religi bagi jamaah umrah maupun haji. Biasanya, para jamaah mengunjungi kebun kurma setelah mereka mengunjungi Masjid Quba. Kebun kurma di Madinah ini sangat menarik karena para pengunjung bisa melihat langsung pohon kurma, mencicipi berbagai jenis kurma, hingga membeli produk olahan khas Arab Saudi.
Di sekitar Masjid Quba juga terdapat kebun kurma yang dikelola secara turun-temurun oleh keluarga setempat. Kebun tersebut menjadi saksi sejarah perkembangan Islam di masa awal hijrah Rasulullah Saw ke Madinah.
Pohon kurma bagi masyarakat Madinah bukan hanya sekadar tanaman biasa, melainkan sudah menjadi simbol keberkahan, sumber penghidupan, sekaligus bagian dari warisan sejarah Islam. Dalam kehidupan sehari-hari, buah kurma dikonsumsi sebagai makanan pokok karena kaya akan serat, gula alami, vitamin, dan mineral yang baik bagi tubuh.
Hingga saat ini, pesona kebun kurma di Madinah tidak pernah padam karena menjadi daya tarik tersendiri bagi umat muslim dari berbagai negara. Keindahan hamparan pohon kurma di tengah gurun memberikan pengalaman spiritual yang mendalam. Setelah melihat hamparan perkebunan kurma ini, tidak sedikit jamaah umrah atau haji yang merasa terharu karena melihat langsung perkebunan kurma yang menjadi bagian dari kehidupan Rasulullah Saw.
Selain itu, ada juga Jabal Uhud yang menjadi saksi para syuhada perang dahsyat antara kaum muslimin melawan kaum musyrikin. Peperangan ini dikenal dengan sebutan Perang Uhud yang terjadi pada 15 Syawal 3 Hijriah atau sekitar bulan Maret tahun 625 Masehi.
Dalam pertempuran tersebut, gugur 70 orang syuhada, diantaranya; Hamzah bin Abdul Muthalib Ra, paman Nabi Muhammad Saw.
Lebih lengkapnya, klik :
JABAL UHUD Gunung Surga Para Syuhada. | Pasti Murah Insya Allah Berkah
Subhanallahu, mau kesini ??? Daftar umrah, Gratis city tour Madinah dan Makkah.
Tulis Komentar