Keterangan Gambar : masjid quba
Qubaa-Madinah. - Kota Suci Madinah merupakan salah satu tempat bersejarah bagi peradaban Islam. Tempat ini memiliki banyak jejak peninggalan Nabi Muhammad Saw. Salah satunya adalah Masjid Quba. Masjid yang berada di sebelah Tenggara Kota Madinah dan berjarak sekitar 5 KM dari Masjid Nabawi ini merupakan masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah Saw.
Masjid Quba, dinamakan demikian karena terletak di kampung bernama Qubaa'. Tempat ini dulunya merupakan tempat tinggal Bani Amr bin Auf. Awalnya, Quba' adalah nama sebuah sumur di sana, tetapi kemudian menjadi Nama Kampung.
Pembangunan Masjid ini berawal ketika Rasulullah Saw hijrah dari Makkah ke Madinah. Setibanya di Kampung Quba, Madinah, Rasulullah Saw disambut meriah oleh penduduk Madinah dengan lantunan Thala’al Badru ’alaina. Rasulullah Saw singgah di Kampung Quba selama empat hari, dan beliau memerintahkan untuk membangun Masjid Quba bahkan ikut terlibat dalam proses pembangunannya.
Dibangun pada 1 Hijriah atau 622 Masehi, Masjid Quba ini didirikan di atas tanah seluas + 1.200 meter persegi milik keluarga Kalsum bin Hadam dari Kabilah Amru bin Auf. Bisa dikatakan, Masjid ini merupakan masjid pertama yang dibangun dalam sejarah Islam. Peletakan batu pertama masjid ini dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw. Sedangkan pembangunannya dilanjutkan oleh para sahabat.
Nama Quba pada Masjid tersebut diambil dari nama tempat masjid ini berdiri. Saat penulis tergabung dalam Media Center Umrah Menara Wisata (MCUMW) 2024 mengunjungi Masjid Quba, ribuan jemaah umrah I’ttikaf Ramadhan dari berbagai Negara di dunia berkunjung ke masjid tersebut. Hal itu tidak mengherankan, mengingat Rasulullah Saw pernah bersabda bahwa shalat di Masjid Quba bernilai sama seperti pahala umrah. "Barang siapa yang keluar dari rumahnya kemudian mendatangi masjid ini, yakni Masjid Quba kemudian shalat di dalamnya, maka pahalanya seperti ia menjalankan umrah,” (Ibnu Majah).
Dalam hadits riwayat Imam Muslim Ra dari Abdullah bin Umar Ra,
dia berkata; "Dahulu Nabi Muhammad Saw mendatangi Masjid Quba setiap hari
Sabtu dengan berjalan kaki atau berkendaraan kemudian melaksanakan shalat dua
rakaat.” Bahkan, dalam Al Qur'an disebutkan Masjid Quba merupakan masjid yang
dibangun dengan dasar keta’atan dan ketaqwaan Rasullullah Saw kepada Allah Swt.
”Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba) sejak
hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya. Di dalam masjid itu
ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang
yang bersih.” (QS At-Taubah [9]: 108).
Peristiwa penting lainnya adalah, Masjid Quba menjadi lokasi digelarnya Shalat
Jumat pertama kali yang dipimpin Rasulullah Saw. Seiring perjalanan waktu,
masjid ini mengalami beberapa kali renovasi. Khalifah Umar bin Abdul Aziz Ra (717-720)
adalah orang pertama yang membangun menara di Masjid Quba. Kemudian, sejak awal
abad ke-20, masjid ini mengalami perluasan yang signifikan. Pada 1984, Mashid
Quba ditambah tiga menara, sehingga totalnya memiliki empat menara.
Selain itu, dibangun 56 kubah mini dan tujuh pintu masuk utama, dengan lantai mimbar, mihrab, hingga halaman yang terbuat dari marmer. Pada 1986, di masa Raja Fahd bin Abdul Aziz, Masjid Quba kembali diperluas. Bahkan hingga kini, lokasi di sekitar Masjid Quba tengah dalam perluasan dan pembangunan oleh Modern Building Leaders Co. Ltd (MBL). Saat ini pembangunan terus berlangsung untuk perluasan parkir, tempat wudhu dan fasilitas lainnya.
Do’a bersama untuk kita pembaca; “Ya Allah, karuniakanlah kepada kami (kesempatan) mengunjungi rumah-Mu yang mulia, dan mudahkanlah bagi kami jalan menujunya.”
Allah Ta’ala berfirman; “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan untukmu.” (QS. Ghafir : 60).
Aamiin yaa robbal ‘aalamiin.

Tulis Komentar