081286968485

Masuk Surga Dengan Kebaikan dan Kasih Sayang.Oleh : AHMAD NURUL IKHWAN (Pengasuh Rubrik Catatan Qolbu)

$rows[judul] Keterangan Gambar : spesial J3S

Panmas, Depok – Ahad 26-07-26. Pagi yang begitu terasa sangat dingin, terdengar suara alarm handphone berdering terus-menerus, saat dilihat jam 03.00 WIB. Ternyata ada jadwal J3S Korwil Citayam. Mata masih terasa sepet, mulut masih menguap, selimut masih melambai-lambai mengajak untuk melanjutkan tidur. Diantara rasa itu berusaha bangkit sembari do’a; Alhamdulillahilladzi ahyaana ba’dama amatana wailaihinnusyur. Langsung menuju kamar mandi lantas mengguyurkan air, setan pun lari karena takut kena air, sembari membaca do’a; Bismillahi ahraju an aghsila nafsi minal khobatsi wal khoba'its. Artinya: "Dengan nama Allah, aku niat untuk membersihkan diriku dari kotoran dan najis".  

Dalam perjalanan menuju tempat kajian J3S bersama kiyai dan ustadz lainnya, selalu bertemu dengan jamaah lainnya yang sama-sama menuju lokasi pengajian. Mereka beriringan menaiki kendaraan motor dan mobil. 

Setelah sholat subuh berjamaah dan dzikir bersama, dilanjutkan kajian kitab yang disampaikan oleh : KH. Achmad Choirudin, S.Pd, dan tausyiah oleh KH. Rusli Widya Permana, SE.    

KH. Achmad Choirudin, S.Pd dalam kajiannya menyampaikan cerita yang tercantum dalam kitab Nasha'ihul 'Ibad karya Syekh Nawawi al-Bantani. Kisah Syekh Abu Bakar Asy-Syibli masuk surga karena kasih sayangnya kepada seekor kucing, dialognya dengan Allah Swt yang dimimpikan oleh seorang sahabat, dan menjadi pelajaran tentang keikhlasan. 

Mimpinya seorang sahabat dan dialog dengan Allah Swt. Setelah Syaikh Abu Bakar Asy-Syibli wafat (pada tahun 946 M), maka seorang teman melihatnya dalam mimpi. Teman itu bertanya apa yang diperbuat Allah Swt kepadanya. 

Allah Swt bertanya kepada Abu Bakar Asy-Syibli, "Tahukah kamu sebab apa Aku mengampunimu dan memasukkanmu ke surga?" Abu Bakar Asy-Syibli menebak karena amal ibadahnya, seperti shalat, puasa, atau hajinya. Allah Swt menjawab bahwa bukan semua amal itu yang menyelamatkannya. 

Allah Swt mengingatkan Asy-Syibli, pada suatu hari saat engkau memasuki gerbang di Kota Baghdad Asy-Syibli pernah melihat seekor anak kucing kecil yang kedinginan, lemah, dan basah di jalanan. Hati Asy-Syibli tergerak, ia mengambil kucing itu dan memasukkannya ke dalam jubahnya agar hangat. Maka Allah Swt berfirman; bahwa rahmat dan ampunan-Nya diberikan kepada Asy-Syibli karena rasa belas kasihnya kepada kucing kecil tersebut. 

Pelajaran yang penting untuk berbuat baik kepada sesama makhluk hidup, sekecil apa pun, sangat bernilai di sisi Allah Swt. Dengan dasar kasihan (kasih sayang) dan keikhlasan menolong makhluk yang lemah seringkali menjadi jalan turunnya rahmat Allah Swt yang besar. Oleh karena itu, apabila ingin mendapatkan ketenangan dalam jiwa hendaklah engkau memutuskan rasa cinta atas diri sendiri untuk peduli kepada makhluk lain.   

Sambutan Ketua DKM Masjid Jami’ At Taqwa, Ustadz Said, S.Pd, mengucapkan terima kasih dan penuh hormat kepada seluruh pengurus J3S Korwil Citayam dan para Ketua DKM serta jamaah semuanya. Puji dan syukur ke hadirat Allah Swt. Semoga kehadiran kita diacara ini mendapatkan keberkahan Allah Swt. Sholawat dan salam kepada baginda Nabi Muhammad Saw. 

Dan juga terima kasih kepada jajaran Pengurus DKM Masjid Jami’ At Taqwa yg bersinergi untuk acara ini. Mohon maaf atas segala pelayanan dan kekurangannya. Mohon doa untuk semuanya semoga Istiqomah dalam beribadah dan ta’at kepada Allah Swt. 

Dalam tausyiah KH. Rusli Widya Permana, SE, sebelum tausyiah mengajak sholawat untuk mengharap berkah dan syafa’at Rasulullah Saw. Puji Syukur ke hadirat Allah Swt, Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad Saw, keluarga, sahabat dan umatnya yang istiqomah mengikuti sunnah-sunnahnya.

Ucapan terima kasih kepada Pengurus DKM Masjid Jami’ At-Taqwa atas kesediaan tempatnya dan seluruh pengurus DKM masjid dan mushola serta jamaah yang turut hadir diacara rutin J3S Korwil Citayam. Begitu juga kita sama-sama do’akan semua guru senantiasa diberikan kesehatan, panjang umur dan penuh keberkahan serta Istiqomah. Aamin yaa robbal ‘aalamin, 

Dalam tausyiahnya KH Rusli menyampaikan tentang kebaikan tanpa pamrih. Melakukan amal baik dengan penuh keikhlasan, tanpa mengharapkan penghargaan atau pujian. Rasulullah Saw bersabda, “Setiap perbuatan baik adalah sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim). 

Sabda Rasulullah Saw ini mengandung makna mendalam bahwa setiap tindakan positif, meskipun terlihat kecil, memiliki nilai kebaikan yang besar di sisi Allah Swt. Sedekah tidak selalu berbentuk materi, tetapi bisa berupa senyuman, membantu sesama, atau memberikan nasihat yang baik. 

Oleh karena itu, barangsiapa yang mengerjakan suatu kebaikan dan merasa bahagia dihatinya setelah melaksanakan kebaikan, dan apabila dia melakukan kesalahan dan merasa menyesal dalam hatinya setelah melakukannya, maka orang itu pertanda ada rasa iman didalam hatinya. 

Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an; “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS. Az-Zalzalah 99: 8). 

Ayat ini menegaskan bahwa Allah Swt tidak akan menyia-nyiakan kebaikan sekecil apapun. Bahkan perbuatan baik yang tampak remeh sekalipun, seperti memindahkan duri dari jalan, dihitung sebagai sedekah dan mendapat pahala di sisi-Nya. Terlebih kita mesti belajar dari kisah Syekh Abu Bakar Asy-Syibli yang baru saja disampaikan oleh guru kita KH. Achmad Choirudin, S.Pd, yang terdapat dalam Kitab Nasha'ihul 'Ibad karya Syekh Nawawi al-Bantani. 

Perbuatan baik tidak terikat pada kemampuan finansial. Setiap orang dapat berbuat baik sesuai kapasitasnya, baik dengan tenaga, pikiran, maupun do’a. Keikhlasan dalam berbuat baik adalah kunci agar kebaikan itu mendatangkan berkah dan pahala dari Allah Swt. Sebagaimana yang biasa saya lakukan mengajak jamaah lainnya untuk ikut hadir diacara J3S ini dengan menyebarkan informasi ajakan sholat subuh gabungan, alhamdulillah mulai banyak yang mengikuti. 

Semoga kita semuanya istiqomah dalam melakukan kebaikan dan ta’at kepada Allah Swt, Dari Aisyah Ra, dia berkata, Rasulullah Saw bersabda: “Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang dilakukan terus-menerus walau jumlahnya sedikit." (HR. Bukhari no. 6465). 

Pembawa acara ustadz M. Raffi Rasafjani, dan penutup Do’a, KH. Amri. 

Barokallahu fii kum.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)

Instagram Feeds