081286968485

Bimbingan Manasik Haji Nasional 1447 H KEMENHAJ Kota Depok di Masjid Jami Al Ittihad Boponter.Oleh : AHMAD NURUL IHWAN (Pengasuh Rubrik Catatan Qolbu)

$rows[judul]

Menarawisata.com - Kementerian Haji dan Umrah Kota Depok melaksanakan kegiatan Bimbingan Manasik Haji serempak di 11 Kecamatan, mulai tanggal 11, 15,16,17 Februari 2026, Pukul 08.00 sampai 12.00 WIB. Kegiatan berlangsung di beberapa Masjid yang ditunjuk untuk pelaksanaannya, diantaranya; Kecamatan Sukmajaya di Masjid Jami’ Al Huda, Kecamatan Cimanggis di Masjid Jami’ Al Maghfiroh dan Masjid Al Huda, Kecamatan Pancoran Mas di Masjid Agung Al Muhajirin dan Masjid Jami’ Baitul Kamal, Kecamatan Tapos di Masjid Jami’ Asy Syahid, Kecamatan Beji di Masjid Jami’ Baiturrochim, Kecamatan Cilodong di Masjid Al Muhajirin, dan Masjid Jami Dhuyufur Rahman Jatijajar, Kecamatan Cinere di Masjid Raya Cinere, Kecamatan Sawangan di Masjid Jami’ Ibadurrohman, Kecamatan Cipayung di Masjid Jami’ Al Ittihad, Kecamatan Bojongsari di Masjid Raya Al Amanah, Kecamatan Limo di Masjid Jami’ Nurul Huda.

Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Gus Irfan Yusuf menyampaikan secara nasional dengan sejumlah penguatan kebijakan dan inovasi penyelenggaraan haji tahun 1447 H / 2026 M dalam kegiatan Bimbingan Manasik Haji Nasional yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (11/02/2026). Kegiatan ini diikuti jemaah haji 2026 dari seluruh Indonesia, baik secara langsung maupun daring melalui zoom meeting.

Menhaj menegaskan bahwa pembentukan Kementerian Haji dan Umrah merupakan bentuk kehadiran negara yang lebih fokus dan terarah dalam memberikan layanan khusus bagi jemaah haji Indonesia. Penyelenggaraan haji diposisikan sebagai layanan publik yang harus menjamin keamanan, ketertiban, dan martabat jemaah sejak tahap persiapan hingga kembali ke tanah air.

Lebih lanjut, Menhaj menjelaskan konsep istitha’ah kesehatan yang meliputi kemampuan finansial, kesehatan, dan pemahaman syariat sebagai dasar kesiapan jemaah. “Ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan pemahaman ibadah yang dibangun sejak dini, karena haji adalah ibadah yang sakral dan memiliki waktu tunggu yang panjang,” tegas Menhaj.

Dalam pembukaan di Masjid Jami’ Al Ittihad, Bojong Pondok Terong, Rabu (11/02/2026), Bendahara DMI Kecamatan Cipayung, HM. Rusli Widya Permana, SE, selaku moderator turut memberikan motivasi kepada calon jamaah haji. “Haji adalah perjalanan suci yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin. Jamaah harus memahami setiap rukun dan wajib haji agar dapat menjalankannya dengan benar, sekaligus menjaga kekhusyukan dan keikhlasan selama berada di Tanah Suci,” ujarnya.

HM. Rusli juga menekankan pentingnya memahami makna spiritual dari tahapan awal ibadah haji, khususnya saat memasuki miqat, mengenakan ihram, dan melantunkan talbiyah. Menurutnya, miqat bukan sekadar batas geografis, tetapi menjadi simbol dimulainya perjalanan suci seorang hamba menuju Allah Swt.

Sejak pagi hari, sekitar 150 calon jamaah haji hadir dengan penuh semangat untuk mengikuti rangkaian bimbingan yang memberikan pembekalan mengenai tata cara pelaksanaan ibadah haji sesuai tuntunan syariat. Materi manasik mencakup pemahaman tentang rukun dan wajib haji, serta praktik ibadah seperti Thawaf, Sa’i, Wukuf di Arafah, hingga berakhir dengan Tahallul.

Ketua MUI Kecamatan Cipayung, KH. Samwari menyampaikan dalam paparannya, ia menegaskan bahwa manasik merupakan bekal utama agar jamaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan benar, tertib, dan sesuai tuntunan Rasulullah Saw. Manasik bukan sekadar latihan teknis, tetapi juga menjadi sarana penguatan niat, kesabaran, serta pemahaman makna ibadah haji sebagai perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental. Ia juga mengingatkan jamaah untuk menjaga kesehatan, kekompakan, serta disiplin selama menjalankan ibadah.

Dalam sesi lain, Habib Idrus Al Qodri Pimpinan KBIH Ibnu Hasan Depok menyampaikan Insya Allah jamaah sudah siap berangkat ke Tanah Suci, semua jamaah sudah memenuhi syarat kesehatan dan lainnya, oleh karena itu patut disyukuri bahwa Kemenhaj terus berupaya membekali jamaah dengan ilmu manasik haji agar ibadahnya benar sehingga diterima oleh Allah Swt. Karena itu setiap melaksanakan ibadah harus dengan ilmunya. Jamaah akan dibimbing langsung oleh ketua regu (karu), ketua rombongan (karom) selama kegiatan rutinitas ibadah di Madinah dan Makkah.

Kepala KUA Kecamatan Cipayung, H. Musa Al Ansori, menjelaskan mengenai layanan jamaah haji selama proses berada di embarkasi, yang menjadi tahap awal sebelum keberangkatan ke Arab Saudi. Di embarkasi, jamaah akan memperoleh berbagai fasilitas seperti pemeriksaan kesehatan akhir, pembagian living cost, penerimaan paspor dan visa, serta penguatan bimbingan ibadah.

Pemateri HM. Badruddin Ali, SS, M.Pd, Sekretaris MUI Kecamatan Cipayung menjelaskan seputar kegiatan di Arafah, Muzdalifah dan Mina selama pelaksaan puncak ibadah haji. Secara umum pemateri menjelaskan dalam manasik haji ini sejak awal, ambil miqat merupakan momentum ketika jamaah meninggalkan urusan duniawi dan menata kembali niat sepenuhnya untuk beribadah. Pada titik ini, jamaah diajak untuk menyadari bahwa perjalanan haji bukan hanya perpindahan fisik menuju Tanah Suci, melainkan perjalanan batin menuju ketakwaan dan keikhlasan.

Sementara itu, ihram dimaknai sebagai bentuk kesederhanaan dan persamaan derajat di hadapan Allah Swt. Dengan pakaian ihram yang seragam, jamaah diajak melepaskan simbol-simbol status sosial, jabatan, maupun kebanggaan dunia, serta menghadirkan kerendahan hati sebagai seorang hamba.

Adapun talbiyah, yang dilantunkan dengan kalimat “Labbaik Allahumma Labbaik…”, merupakan wujud jawaban seorang hamba atas panggilan Allah Swt. Talbiyah bukan hanya bacaan, tetapi juga pernyataan kesiapan dan kepasrahan total kepada Allah Swt, bahwa seluruh hidup dan ibadah semata-mata ditujukan untuk-Nya.

Hingga proses mabit di armuzna, melempar jumroh, dan setiap lempar jumroh dilakukan dengan 7 butir batu kerikil dan 7 kali dengan total 49 butir batu kerikil, hingga diakhiri tahallul dan thawaf wada. Jamaah terlihat khusyuk mengikuti setiap materi yang disampaikan. Kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat kesiapan mental sekaligus mempererat kebersamaan antarjamaah.

Hadir juga tim medis kesehatan dari Puskesmas Kecamatan Cipayung, dokter menjelaskan saat ini pemerintah memperketat penerapan istato’ah kesehatan melalui kewajiban pemeriksaan medis bagi seluruh calon jemaah, termasuk jemaah haji khusus. Karena memang pemerintah Arab Saudi dan Pemerintah kita berkomitmen untuk bareng-bareng memastikan menekan jumlah kematian Jemaah supaya kemudian yang berangkat ke tanah suci itu benar-benar sehat dan fit.

Dalam sesi terakhir, Kepala Kementerian Haji dan Umroh Kota Depok, H. Fauzan S.Kom., M.H., menyampaikan bahwa pelaksanaan Bimbingan Manasik Haji Tahun 1447 H / 2026 M dilaksanakan secara serentak di seluruh Wilayah Kecamatan. “Pelaksanaan Bimbingan Manasik Haji Tahun ini digelar serentak di 11 Kecamatan se-Kota Depok sebagai bentuk pembinaan terpadu dan terintegrasi secara Nasional,” ujarnya.

Melalui berbagai penguatan dan inovasi tersebut, penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H / 2026 M ditujukan untuk mencapai Tri Sukses Haji, yakni sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi melalui pemberdayaan umat, serta sukses peradaban dan keadaban melalui pembinaan karakter jemaah. Kemenhaj Kota Depok berharap melalui Bimbingan Manasik Haji Nasional ini, calon jamaah haji dapat lebih siap, mandiri, serta memahami seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik sehingga dapat menunaikan haji secara sempurna, meraih predikat haji mabrur, mabruroh dan membawa nilai-nilai haji dalam kehidupan bermasyarakat sepulang dari Tanah Suci.

Bahkan H. Fauzan sempat menanyakan kepada para jamaah atas bimbingan dan materi manasik yang telah disampaikan oleh para pemateri, “bagaimana bapak – ibu sudah tahu niat, syarat, rukun, wajib haji dan lainnya yang telah disampaikan pemateri”?, dengan serempak jamaah menjawab, “insya Allah sudah tahu pak”. Alhamdulillah.

Sebagai informasi, jadwal keberangkatan jemaah haji Gelombang I dijadwalkan mulai tanggal 22 April 2026 atau 5 Dzulqa’dah 1447 H dengan tujuan Madinah Al-Munawwarah. Sementara itu, jemaah Gelombang II akan diberangkatkan langsung dari Tanah Air menuju Makkah Al-Mukarramah pada 7 Mei 2026 atau 20 Dzulqa'dah 1447 H. Khusus untuk Depok, titik keberangkatan di Masjid Agung Jatijajar atau sering disebut juga Masjid Jami' Asy-Syahid atau Masjid Dhuyufur Rahman Jatijajar. Masjid ini merupakan fasilitas keagamaan besar yang terintegrasi dengan rencana kantor haji dan umrah. Lokasinya berada di area Terminal Jatijajar, Kota Depok.

Allahummaj'al hajjan mabruran wa sa'yan masykuro wa dzanban maghfuron..

Barokallahu fii kum.. (wan)


Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)

Instagram Feeds