Depok. Memasuki hari ketiga Ramadhan kuingin tetap berbagi, luar biasa nikmat beribadah, semakin diselami semakin dalam samuderanya, semakin ditelusuri semakin luas saharanya, dan semakin diteguk kesegarannya semakin haus kita dibuatnya.. seakan diri semakin dekaat dengan Allah SWT, seolah benteng diri semakin kuat terasa, ya Allah tetap semaikan selalu dalam diri hangat peluk rahmat-Muย ย
Telah berapa lembar mushaf yang menghiasi pagi? Berapa bait dzikir yang
membasahi lisan? Seberapa hebat telah kita hempaskan rayuan murahan yang
mencoba memalingkan dari jalan Allah SWT? Rasakan bagaimana dahsyat kekuatan
iman melahirkan gelombang semangat, menumbuh suburkan kerinduan tuk segera
mengukir prestasi yang akan kita bawa hingga ke Firdaus nanti..ย
Kuyakin pasti lisan ini telah terbiasa mengucap kalimat yang baik, mulai terasa
getir pahit setiap terucap tanpa sengaja kalimat yang buruk.. ketahuilah puasa
bukan sekedar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan kata-kata yang
buruk bahkan yang sia-sia.. sehingga yang keluar dari lisan ini hanya pancaran
iman di dada, dan keyakinan yang membaja.
Iman di dada kan selalu meronta, ingin bergejolak keluar dalam bentuk sikap nyata.., maka kata-kata adalah bukti minimalnya, jika kita mampu mengendalikannya itu pertanda benar iman kita, namun bila kata-kata baik saja tak mampu terucap, masihkah diharap segunung amal terlaksana? Atau bila kata-kata buruk saja tak dapat ia tahan, mampukah gejolak nafsu terkendalikan? Ya Allah bimbing kami hamba-hamba-Mu yang lemah ini.
Tulis Komentar