KAPAL ITU TERUS BERLAYAROleh : AHMAD NURUL IHWAN (Pengasuh Rubrik Catatan Qolbu)

$rows[judul]

Banten. "Hidup itu perjuangan. Berjuanglah untuk hidup". Itulah nasihat yang pernah disampaikan Seorang kiyai saat mengajak ngobrol sambil ngopi. Kehidupan dimana saja kita berada akan menghadapi tantangan, di darat, udara, laut bahkan sampai di liang lahat. Ujian dan rintangan itu akan dihadapi pada setiap orang.  

Kehidupan di darat menghadapi berbagai bencana banjir, longsor, macet dan lainnya. Begitu juga di udara akan menghadapi tiupan angin kencang, kabut yang menutupi pandangan para pilot sehingga tidak mudah untuk menembus awan tebal dan suara-suara petir yang menggelegar. Tidak kalah juga dengan kehidupan ditengah samudera lautan yang terhampar luas dengan tiupan angin kencang dan gelombang besar yang menghantam kapal yang ditumpangi. Disinilah pengalaman perjalanan hidup yang lebih seru dalam mengarungi bahtera usaha travel umroh dan haji. 

Dalam menjalani hidup membuka usaha travel umroh dan haji seperti hidup mengarungi bahtera samudera yang terhampar luas. Disitulah pentingnya nakhoda yang berpengalaman dalam mengendalikan hantaman ombak kecil hingga besar. Jangan merasa takut, panik bahkan putus asa dalam menahkodai kapal. Jangan ugal-ugalan dalam menghadapi semua rintangan, karena yang dibawa adalah banyak nyawa yang harus diselamatkan, ada anak buah kapal, ada penumpang dan dia sendiri sebagai nahkoda yang harus sama-sama selamat 

Selama perjalanan mengarungi bahtera itulah banyak pengalaman yang didapatkan, ketika dihadapkan dengan angin kencang, hujan deras, Sambaran petir bahkan ombak yang menggunung sehingga banyak ABK pada loncat dengan alasan menyelamatkan diri, begitu juga dalam kondisi mengkhawatirkan malah nahkoda juga ikut lari menyelamatkan diri, beruntung masih ada ABK dan kapten tanf berusaha menyelamatkan dan mengendalikan kapal itu agar tetap berlayar sehingga semua penumpang terselamatkan. 

Para ABK dan nahkoda yang meninggalkan itu mengira bahwa kapal itu sudah karam, tenggelam di tengah deburan ombak tinggi yang menjelang, namun Alhamdulillah Allah' Taala Maha Penyelamat menolong hamba-Nya disaat mereka berdoa memohon kepada -Nya, akhirnya Hinga kini Kapal itu terus Berlayar mengarungi bahtera bersama orang-orang yang setia, bukan para pecundang. KAPAL itu adalah MENARA WISATA.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)