Keterangan Gambar : Foto Spesial Acara Santunan Yatim dan Dhuafa
Boponter – Suasana begitu haru, terlihat wajah ceria anak-anak yatim dan dhuafa, tentu saja terbersit rasa bahagia dalam hati para panitia. Kebahagiaan sejati itu ketika senyum mereka menjadi bagian dari do’a kita. Anak-anak ini mungkin kehilangan orang-tua, tetapi mereka tidak boleh kehilangan harapan. Berbagi bukan tentang seberapa besar yang kita beri, tetapi seberapa tulus hati kita saat memberi.
Menyantuni anak yatim bukan sekadar memberi bantuan finansial, tetapi juga menjadi bentuk dukungan dan kasih sayang untuk membantu anak-anak yang telah kehilangan orang-tuanya. Dalam setiap sentuhan kasih sayang yang disampaikan, kita telah memberikan semangat, harapan dan kehangatan bagi mereka untuk tumbuh dan meraih Impian masa depan.
Atas dasar itulah, pada Rabu Malam Kamis, 24 Juni 2026 Masehi bertepatan dengan 10 Muharram 1448 Hijriyyah, Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid Jami’ Al Ittihad, Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok mengadakan Santunan Yatim dan Dhuafa dengan mengusung tema: Menumbuhkan Empati, Menyambung Silaturrahmi.
Dalam pembukaan acara ustadz Chozin Maulana menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran semuanya para jamaah kaum bapak, kaum ibu, anak-anak yatim dan dhuafa, dengan harapan acara santunan ini diberikan kelancaran dan mendapat keberkahan dari Allah Swt.
Dilanjutkan pembacaan tahlil dan dzikir serta hadiah ahli kubur yang pandu oleh KH. Ja’wani Asir, dengan khidmat semua jamaah turut serta. Dan pembacaan riwayat Nabi Muhammad Saw (mahalul qiyam), yang diiringi oleh tim hadroh dari Ponpes Ar-Rahmaniyyah, Kota Depok.
Dalam sambutan sebagai kordinator ketua panitia santunan anak yatim dan dhuafa, ustadz H.M. Rusli Widya Permana, SE mengucapkan; “puji syukur ke hadirat Allah Swt atas terselenggaranya acara santunan ini, dan terima kasih kepada semuanya yang telah mendukung dan membantu berupa tenaga, pikiran serta dananya (para donatur) sehingga terselenggaranya acara malam ini. Atas nama panitia tentu saja kami mohon maaf apabila selama proses dan penyelenggaraan acara ini masih banyak kekurangan baik penyambutan tamu dan sajiannya karena ini semuanya bersumber dari jamaah, kami hanya menerima dan menyalurkan kembali kepada jamaah dari apa yang didapatkan”.
Sebagai bentuk pertanggung-jawaban, kami laporkan penerimaan dan pengeluaran Dana Donasi Santunan Yatim & Dhuafa, total Penerimaan = Rp. 27.250.000,- dan total Pengeluaran = Rp. 27.135.000, sehingga Sisa = Rp.115.000,-. Adapun penerima manfaat = Anak Yatim 25 orang, dan Dhuafa 45 orang. Semoga bermanfaat dan berkah untuk semuanya.
Sambutan Ketua DKM Masjid Jami’ Al Ittihad, ustadz Abdul Rokib Asman, S.Pd; “kami atas nama pengurus DKM Masjid Jami’ Al Itiihad mengucapkan terima kasih kepada semuanya atas partisipasinya untuk terselenggaranya acara santunan anak yatim dan dhuafa ini. Dan kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus membantu anak-anak yatim dalam hal pembiayaan sekolah. Dan tahun depan rencana mengajak para anak yatim untuk main ke pantai sebagai rihlah, ini merupakan program pemerintah Kota Depok yang insya Allah anggarannya dari Pemkot Depok melalui Rukun Warga, terima kasih”.
Dilanjutkan pembacaan Al-Qur’an Al-Karim oleh Ustadz Muhammad Fadli Syahri, Qori dari Kota Depok.
Sambutan dari tokoh masyarakat Bojong Pondok Terong, sekaligus Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Ar-Rahmaniyyah, KH. Ahmad Furqon, S.Ip, M.Si, beliau mengucapkan terima kasih kepada panitia acara santunan anak yatim dan dhuafa yang terus berupaya mengajak masyarakat dan jamaah untuk ikut serta partisipasi acara ini.
“Alhamdulillah saya merasa senang melihat anak-anak yatim bahagia walau belum kita berikan bingkisan dan lainnya. Dan saya memberikan kesempatan kepada para anak yatim untuk belajar, sekolah dan mesanten yang penting tinggal di Pondok Pesantren Ar-Rahmaniyyah secara Gratis. Tetapi harus serius belajar dan selesai sampai lulus. Jika putus ditengah jalan atau tidak melanjutkan pendidikan, maka harus ganti biaya sejak awal pendidikan”, ujarnya.
Pemberi Tausyiah: KH. Ahmad Marjan, S.Pd, langsung tancap gass pool. Ciri-ciri orang yang beriman kepada Allah Swt adalah orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah Swt (fii Sabilillah). Awal mula hijrah Rasulullah Saw dari Mekah ke Madinah adalah salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Islam. Karena bukan saja menandakan perpindahan fisik Rasulullah Saw dan para sahabat, tetapi juga permulaan era baru bagi umat Islam. Peristiwa ini dikenang setiap tahun dan menjadi dasar Kalendar Islam (hijriyah) yang kita gunakan saat ini.
Pada 26 Safar tahun ke-14 kenabian, Allah Swt telah memerintahkan Nabi Muhammad Saw untuk berhijrah. “Aku telah bermimpi bahwa sesungguhnya aku berhijrah dari kota Makkah menuju ke suatu tempat yang ada pohon kurma padanya. Lalu aku mengira tempat itu ialah al-Yamamah atau Hajr. Akan tetapi, ia sebenarnya adalah Yathrib (Nama lama bagi kota Madinah).” (HR. Bukhari (3622).
Sejak itulah Kota Madinah diberikan keberkahan oleh Allah Swt saat Rasulullah Saw menginjakkan kakinya di Madinah. Rasulullah Saw hijrah dari Makkah ke Madinah.
“Saat ini, kita semuanya diperintahkan oleh Allah Swt berhijrah dengan harta benda, kekayaan, perbaiki diri ibadah kepada Allah Swt. Bukan berarti kita harus hijrah atau pindah dari Bojong Pondok Terong ke Kampung Sawah, Pasar Pucung ! Kita hijrahkan diri kita melalui harta yang kita miliki, jabatan yang kita emban untuk perbaiki diri dan menyantuni anak-anak yatim dan fakir miskin” imbuhnya.
Sebagaimana makna Firman Allah Swt yang terkandung dalam Al-Qur’an surat At Taubah ayat 20; “Al-Ladziina Aamanuu Wa Haajaruu Wa Jaahaduu Fii Sabilillahi Biamwaalihim Wa Anfusihim A’dhomu Darojaatan ‘Indallahi Wa Ulaaika Humul-Faaizuuna”. Artinya: “Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan”.
Allah Swt telah memberikan Kunci Kebahagiaan kepada kita di alam dunia untuk menuju kebahagiaan di akhirat. Terdapat dalam Al-Qur’an Surat Adh-Dhuha ayat 9-11.
1. Fa Ammal Yatiima Falaa Taqhar. Artinya; “Terhadap anak yatim, janganlah engkau berlaku sewenang-wenang..”, Selagi di bulan Muharram yang penuh berkah ini mari kita santuni anak yatim dan orang miskin dengan memperbanyak shodaqoh.
2. Wa Ammas Saaila Falaa Tanhar. Artinya; “Terhadap orang yang meminta-minta,
janganlah engkau menghardik”. Jangan suka benci kepada pengamen di jalanan,
pengemis yang minta-minta, karena jika mereka mampu tidak bakal meminta-minta,
mereka lakukan itu karena untuk kebutuhan hidup.
3. Wa Amma Bini’mati Robbika Fahaddits. Artinya; “Terhadap nikmat Tuhanmu, nyatakanlah
(dengan bersyukur)”. Semoga kita semuanya termasuk golongan orang yang pandai
bersyukur dan diberikan keluarga yang sholeh dan sholehah.
Dalam sebuah hadist, Rasulullah Saw bersabda; “Diriwayatkan dari Abi Hurairah, sesungguhnya seseorang melaporkan kekerasan hatinya kepada Nabi Muhammad, lalu Nabi berpesan: usaplah kepala anak yatim dan berilah makanan orang miskin”. (HR. Ahmad).
Penutup Do'a oleh ustadz H. Abdul Syukur.
Tulis Komentar