081286968485

Tiga Ilmu yang Ditakuti IblisOleh : AHMAD NURUL IHWAN (Pengasuh Rubrik Catatan Qolbu)

$rows[judul]

Depok. Dalam sejarah kehidupan makhluk Allah Swt, Iblis merupakan makhluk yang paling ta’at kepada-Nya. Iblis tidak pernah merasa lelah atau mengeluh dalam menjalankan perintah Allah Swt. Iblis menjalankan dengan penuh ikhlas, tidak pernah ada niat untuk menyembah dan bersujud kepada selain Allah Swt. Sehingga, pada masa itu malaikat memberikan gelar Al-'Aziz (makhluk Allah yang mulia) kepada Iblis, ada juga yang memberi gelar 'Azazil (panglima besar malaikat).

Dalam kitab Tafsir Al- Munir karya Syaikh Imam An-Nawawi Al-Bantani serta dinukilkan dari Hasyiyat As-Shawi atas Tafsir Al-Jalalain, dalam sejumlah riwayat dikatakan, konon Iblis adalah penjaga surga dalam kurun waktu 40 ribu tahun. Ia pernah hidup bersama dengan malaikat selama 80 ribu tahun dan thawaf mengelilingi Arsy bersama para malaikat selama 14 ribu tahun.

Iblis digambarkan sebagai sosok yang memiliki pengetahuan luas namun kehilangan "nur" (cahaya) karena sombong. Oleh karena itu, Iblis tidak takut pada orang yang hanya melaksanakan ibadah semata, melainkan ia takut kepada orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan tentang ibadah.

Lantas Ilmu apa saja yang Iblis takutkan ? berikut uraiannya:

  1. Pertama. Ilmu Ikhlas (bersih niat tulus). Ikhlas adalah fondasi yang paling utama membuat Iblis putus asa. Dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa Iblis mengakui tidak akan mampu menyesatkan hamba-hamba Allah Swt yang memiliki sifat ikhlas. Iblis akan merasuki jiwa seseorang dengan celah riya (ingin dipuji) dan ujub (bangga diri). Namun, ketika seseorang memiliki benteng keikhlasan, maka ia akan menutup seluruh pintu masuk Iblis. 
  2. Kedua. Ilmu Ma'rifatullah (mengenal Allah dengan rasa). Seseorang yang menempuh jalan menyucikan jiwa (tasawuf) dengan memperbaiki segala perilaku untuk mendekatkan diri kepada Allah semata. Dan ma'rifat adalah puncak dari segala ilmu, bukan sekadar meyakini bahwa Allah itu ada melainkan turut serta merasakan kehadiran-Nya, itulah Ihsan (menyembah Allah  seolah kamu melihat-Nya. Tetapi kalaupun kamu tidak melihat-Nya, niscaya Dia tetap mengawasimu).Iblis merupakan ahli tipu daya dan khayalan atau angan-angan. Namun, cahaya ma'rifat bertindak sebagai pengawas yang ketat sehingga setiap bayangan tipu daya Iblis langsung terlihat jelas. Sehingga Iblis tidak akan bisa menipu orang yang mendapat cahaya Allah Swt. 
  3. Ketiga. Ilmu Mengenali Diri (ilmu nafsi). Pengetahuan ini sering diabaikan, padahal ini merupakan kunci keselamatan. Ada ungkapan; Man ‘arofa nafsahu faqod ‘arofa robbahu. Artinya; "Barangsiapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya". Hal diatas ada yang mengatakan hadist ada juga yang berpendapat bukan hadist.

Disetiap diri tentu saja harus muhasabah / evaluasi diri dan bermujahadah / melawan hawa nafsu. Orang yang seperti akan lebih sibuk memperbaiki dirinya daripada mencari kesalahan orang lain.

Dasar inilah dapat menjatuhkan Iblis yang memiliki sifat takabbur / sombong. 

Allah Swt berfirman: "Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan ia termasuk golongan orang-orang kafir," (QS. Al-Baqarah : 34). Oleh karena itu seseorang yang memiliki sifat mengenali diri dapat mendeteksi kekurangan diri, ia akan selalu rendah hati / tawadhu.

Iblis berazam kuat untuk tidak akan pernah menyembah dan sujud kepada selain Allah Swt. Namun dalam hal ini, Allah Swt lah yang memerintahkan Iblis agar sujud kepada Adam As sekadar untuk menghormatinya bukan bersujud ibadah. Pelajaran yang bisa diambil adalah, bagaimana dengan kita yang diperintah oleh Allah Swt untuk ruku’ dan sujud kepada-Nya ?

Semoga kita senantiasa mendapatkan limpahan hidayah dan lindungan Allah Swt sehingga dapat menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya, amiin.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)

Instagram Feeds